RajaKomen
Efek Berhenti Minum Kopi

Efek Berhenti Minum Kopi

22 Mei 2023
669x
 | Ditulis oleh : Admin

 Minum kopi setiap hari sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang.

Namun, minum terlalu banyak dapat menyebabkan berbagai masalah seperti gigi kuning, mulas, susah tidur dan banyak masalah lainnya.

Inilah sebabnya mengapa beberapa orang memilih untuk mengurangi asupan kopi harian mereka. Bahkan, ada juga orang yang mencoba menghentikan kebiasaan minum kopi total.

Dikutip dari Verywellmind: Kebanyakan orang yang rutin mengonsumsi minuman berkafein setidaknya mengalami beberapa gejala yang berhubungan dengan penarikan kafein (mengurangi konsumsi kopi atau berhenti minum kopi).

Misalnya, jika seseorang melewatkan kopi paginya, dia mungkin mengalami efek tidak nyaman beberapa jam kemudian.

Selain itu, efek tersebut juga beragam dari cukup ringan hingga parah, tergantung pada asupan kafeinnya.

Efek yang muncul ketika berhenti minum kopi
1. Sakit kepala

Dilansir dari Healthline, sakit kepala adalah salah satu gejala dari penarikan kafein yang paling sering dilaporkan.

Ini karena kafein dapat menyebabkan pembuluh darah di otak menyempit dan memperlambat aliran darah.

Satu studi pada 2009 menemukan, 250 miligram kafein (kurang dari tiga cangkir kopi) dapat mengurangi aliran darah otak sebanyak 27 persen.

Perubahan aliran darah yang secara tiba-tiba inilah yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Efek yang ditimbulkan dari sakit kepala pun berbeda-beda tergantung tingkat keparahan saat otak beradaptasi dengan peningkatan darah.

Sakit kepala akan mereda ketika otak sudah bisa beradaptasi dengan peningkatan aliran darah tersebut.

2. Kelelahan

Banyak orang bergantung pada secangkir kopi setiap hari untuk memberi mereka dorongan energi.

Kafein membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kelelahan dengan memblokir reseptor untuk adenosin serta neurotransmitter yang dapat membuat seseorang merasa mengantuk.

Namun, menghilangkan kafein dalam konsumsi harian Anda dapat memiliki efek sebaliknya, yakni menyebabkan kantuk dan kelelahan.

Sebagai contoh, sebuah studi pada 2012 terhadap 213 konsumen kafein menunjukkan bahwa menjauhkan diri dari kafein selama 16 jam menyebabkan peningkatan perasaan lelah.

Terlebih lagi, mereka yang mengonsumsi kafein setiap hari memiliki gejala penarikan yang lebih parah, termasuk kelelahan, daripada mereka yang hanya meminumnya beberapa kali seminggu.

3. Kecemasan

Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Pada orang yang sensitif terhadap kafein, satu cangkir kopi dapat menyebabkan mereka merasa gelisah dan cemas.

Meskipun mengonsumsi kafein dapat menyebabkan perasaan cemas, menghentikannya juga dapat menyebabkan efek samping ini.

Kecemasan adalah gejala yang sering dilaporkan pada orang yang menarik diri dari konsumsi kafein secara teratur.

Hal ini karena tubuh dapat menjadi ketergantungan secara mental dan fisiologis dan menyebabkan perasaan cemas.

4. Sulit berkonsentrasi

Salah satu alasan orang memilih mengonsumsi kafein dalam bentuk kopi, teh, atau minuman berenergi adalah untuk meningkatkan konsentrasi.

Minuman berkafein biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan fokus.

Kafein meningkatkan kadar adrenalin (juga dikenal sebagai epinefrin), hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal sebagai bagian dari reaksi normal tubuh terhadap stres.

Selain itu, juga meningkatkan aktivitas neurotransmiter rangsang dopamin dan norepinefrin.

Kombinasi reaksi ini meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, menstimulasi otak, serta menyebabkan peningkatan kewaspadaan dan peningkatan fokus.

Mengurangi atau menghilangkan asupan kafein secara bertahap bisa berdampak negatif pada konsentrasi. Ini karena tubuh Anda berjuang untuk terbiasa berfungsi tanpa kafein.

5. Suasana hati buruk

Kafein terkenal karena kemampuannya untuk meningkatkan suasana hati.

Kemampuan ini dapat memblokir adenosin yang tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga dapat meningkatkan suasana hati.

Satu studi kecil yang mengevaluasi efek jangka pendek kopi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi berkafein mengalami peningkatan suasana hati yang lebih besar setelah 30 menit dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kopi tanpa kafein.

Selain itu, banyak penelitian telah mengaitkan konsumsi kafein secara teratur dengan penurunan risiko depresi.

Misalnya, tinjauan besar terhadap 12 penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak memiliki risiko depresi 24 persen lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi kopi dalam jumlah yang lebih sedikit.

Menurut penelitian dari 2008, efek stimulan kafein dapat menyebabkan perasaan senang dan peningkatan energi.

Karena alasan ini, suasana hati mungkin terpukul jika Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi kafein.

6. Tremor

Meski tidak sesering gejala lainnya, mereka yang memiliki ketergantungan serius pada kafein dapat mengalami tremor jika berhenti mengonsumsi kafein.

Karena kafein adalah stimulan sistem saraf pusat, efek samping umum dari minum terlalu banyak termasuk merasa gelisah, cemas, dan tangan gemetar.

Tremor terkait penarikan kafein biasanya terjadi di tangan dan hanya berlangsung selama 2 hingga 9 hari.

Jika Anda mengalami tremor tangan yang berlangsung lebih dari 9 hari, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab lainnya.

7. Tingkat energi menurun

Minuman berkafein sering digunakan sebagai pendorong untuk memberikan energi yang dibutuhkan untuk melewati hari atau mengimbangi kurang tidur.

Menyeruput secangkir kopi atau minuman berenergi meningkatkan konsentrasi, meningkatkan detak jantung, dan meningkatkan gula darah, yang menyebabkan peningkatan energi fisik dan mental.

Efek yang diinginkan ini dapat menyebabkan ketergantungan kafein, menyebabkan kebutuhan akan lebih banyak kafein untuk menghasilkan dorongan energi yang sama.

Inilah sebabnya mengapa energi mereka rendah ketika seseorang mengurangi atau menghilangkan kafein.

Baca Juga:
Daya Tampung Mahasiswa IPDN: Mengungkap Proses Seleksi yang Ketat

Daya Tampung Mahasiswa IPDN: Mengungkap Proses Seleksi yang Ketat

Pendidikan      

19 Apr 2025 | 223


Daya tampung mahasiswa IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) menjadi salah satu topik hangat di kalangan calon mahasiswa yang ingin berkarier di sektor pemerintahan. IPDN adalah lembaga ...

Telor Mana yang Paling Tinggi Kolesterolnya, Simak Disini Yuk

Telor Mana yang Paling Tinggi Kolesterolnya, Simak Disini Yuk

Kuliner      

5 Sep 2022 | 1299


TELUR salah satu bahan makanan yang disukai banyak orang. Namun, tahukah Anda jika telur mengandung kolesterol tinggi? Ada 4 jenis telur yang mengandung kolesterol ...

Cara Membuat Video Instagram Reels yang Menarik

Cara Membuat Video Instagram Reels yang Menarik

Tips      

14 Jun 2024 | 680


Dalam era digital yang kian berkembang, Instagram telah menjadi platform yang sangat populer untuk berbagi konten visual. Salah satu fitur terbaru yang ditawarkan oleh Instagram adalah ...

Memperpendek URL Panjang dengan Shorten URL Come.to

Memperpendek URL Panjang dengan Shorten URL Come.to

Gadget      

14 Feb 2023 | 548


URL yang panjang seringkali menjadi masalah bagi pengguna internet. Terutama ketika mereka ingin membagikan tautan kepada orang lain melalui media sosial atau aplikasi pesan singkat. Apa ...

Persyaratan dan Proses Seleksi Masuk Akmil AL

Persyaratan dan Proses Seleksi Masuk Akmil AL

Pendidikan      

19 Maret 2025 | 326


Akademi Militer Angkatan Laut (Akmil AL) merupakan salah satu lembaga pendidikan kedinasan yang bertujuan untuk mencetak perwira-perwira unggul di lingkungan TNI Angkatan Laut. Dengan ...

Mengenal Berbagai Macam Tempat dan Wisata Alam Di Indonesia

Mengenal Berbagai Macam Tempat dan Wisata Alam Di Indonesia

Pariwisata      

3 Jan 2022 | 2260


Mengenal berbagai macam tempat dan Wisata Alam di Indonesia sangat menarik untuk kita bahas, Karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Seperti yang kita tau banyak ...