rajabacklink
Kisah Sarang Porang

Kisah Sarang Porang

8 Sep 2021
1980x
 | Ditulis oleh : Admin

HARGA porang –yang kelewat tinggi itu– akhirnya menemukan realitas baru: tinggal sekitar Rp 5000/kg. Sejak bulan lalu.

Dengan harga baru itu petani memang masih bisa untung. Tapi tidak lagi pesta laba. Yang mendebarkan: kalau masih akan turun lagi. Benar-benar harus dicarikan jalan keluar.

Tahun lalu harga umbi porang masih Rp 8.000/kg. Bahkan sempat di atas Rp 10.000. Terlalu menarik bagi petani. Banyak yang pindah menanam porang.

Konsumen tepung porang terbesar adalah Tiongkok. Untuk campuran makanan olahan. Indonesia hanya ekspor chips (umbi yang diiris-iris lalu dikeringkan) ke Tiongkok. Itu pun tidak bisa langsung. Harus lewat Thailand.

Penyebabnya: mirip sekali dengan ekspor sarang burung. Kita tidak konsisten dalam menjaga kualitas. Akhirnya Tiongkok melarang impor sarang burung dari Indonesia. Harga pun jatuh.

Dalam hal sarang burung, kita hanya bisa masuk Tiongkok lewat Malaysia. Diakui sebagai barang Malaysia. Dalam hal porang, kita harus lewat Thailand. Diakui sebagai porang Thailand.

Pengusaha sarang burung Indonesia ada yang nakal. Atau rakus. Mereka pernah menggunakan pencuci kimia. Untuk membuat warna sarang burung menjadi bening mengilap. Sial. Ketahuan. Dilarang total. Yang tidak nakal pun kena getahnya.

Eksporter porang kita sama: porang kualitas rendah dikirim. Bahkan sudah berjamur. Ketahuan. Dicekal total.

Harga porang kali ini merosot bukan hanya akibat itu. Masih ditambah dengan akumulasi tiga faktor sekaligus.

Pertama lagi terjadi krisis kapal dan kontainer (baca : Krisis Tertinggi). Eksporter komoditi lainnya juga pun terkena.

Kedua, Thailand tidak bisa lagi ekspor porang ke Tiongkok. Permintaan dari Tiongkok lagi rendah.

Ketiga, pasokan porang dari petani kita melimpah.

Dalam lima tahun terakhir luasan kebun porang meningkat lebih 100 kali. Bahkan mulai ada budidaya porang di tanah pertanian teknis.

Itu berlebihan.

Tanah pertanian yang sistem pengairannya sangat bagus –yang seharusnya untuk komoditi seperti padi, kedelai, atau jagung– jadi kebun porang.

Porang seharusnya ditanam di tanah yang kurang produktif. Atau sebagai tanaman sela di tengah kebun tanaman keras. Atau di tengah hutan.

Dengan demikian tanaman porang tidak perlu biaya pemeliharaan. Kalau pun harga turun seperti sekarang, kalau perlu, jangan dipanen. Umbinya bisa dipertahankan di dalam tanah. Tanpa biaya pemeliharaan. Tahun depan umbinya kian besar. Juga kian tua: rendemennya tinggi.

Tapi porang yang ditanam di tanah pertanian tidak bisa dibiarkan sampai tahun depan. Bisa sih bisa. Tapi perlu biaya pemeliharaan.

Kini masanya orang memasuki periode konsolidasi. Ekspansi harus dihentikan dulu.

Konsolidasi pertama adalah bibit. Jangan lagi ada yang mau membeli bibit dengan harga mahal. Masing-masing petani harus menanam porang dari benih porangnya sendiri.

Menanam porang dengan benih sendiri akan membuat daya tahan petani lebih kuat. Kalau saja harga porang turun lagi ke bawah Rp 5.000/kg masih bisa terus hidup.

Konsolidasi kedua: pembuatan chips/keripik porang. Jangan lagi dikeringkan dengan panas matahari. Keringnya tidak bisa standar. Tingkat kekeringannya juga tidak terukur. Kering yang tidak sempurna itu bisa menimbulkan jamur. Jamur itu tidak terlihat oleh mata. Tapi bisa terdeteksi di lab milik importer di negara tujuan.

Tentu mengeringkan pakai pemanas api/listrik/gas menimbulkan biaya. Mungkin bisa dijemur dulu 1 hari, lalu dikeringkan pakai pemanas.

Konsolidasi ketiga, industri pengolahan porang. Sekarang ini baru ada dua pabrik tepung porang. Yakni yang bisa mengolah chips porang menjadi tepung.

Tidak mudah membangun pabrik tepung porang. Tapi bisa.

Tepung porang bukanlah tepung biasa. Tidak sama dengan tepung singkong, jagung atau tepung kelapa.

Tepung porang harus pakai proses pemurnian. Kian tinggi kemurniannya kian baik. PT Ambico di Porong –sejak ada Inul Daratista dan Widodo Sucipto saya tidak perlu lagi menjelaskan Porong itu di mana– bisa memurnikan tepung porang sampai 95 persen.

Diperlukan ilmu dan teknologi cukup tinggi di proses pemurnian tepung porang itu.

Konsolidasi keempat adalah membentuk pasar dalam negeri. Sekarang ini kita masih impor tepung porang 2.000 ton/tahun. Chips porang itu kita ekspor. Lalu kita impor tepungnya. “Gile!” kata Ida Royani.

Berarti kita harus tahu pabrik makanan apa saja yang selama ini menggunakan tepung porang. Garuda Food pastilah salah satu yang terbesar.

Konsolidasi kelima agak sulit: tapi bisa. Ini menyangkut orang berduit yang takut makan karbohidrat. Mereka harus beralih ke beras shirataki. Itulah beras tanpa karbohidrat yang terbuat dari tepung porang.

Selebihnya hanya satu lagi: sabar. Kalau masih punya. (Dahlan Iskan)

(hajinews)

Baca Juga:
Yuk Belajar Bagaimana Caranya Menjadi Bloger

Yuk Belajar Bagaimana Caranya Menjadi Bloger

Tips      

16 Jun 2022 | 1146


Apa kamu tertarik belajar jadi blogger? di zaman internet seperti sekarang memang mengharuskan kita untuk selalu melek teknologi. Dengan majunya zaman, tentu cara untuk mendapatkan uang ...

sistem_informasi_s1_image

Ingin Kuliah S1 Sistem Informasi Gratis Dengan Hafalan Minimal Dua Juz Al Quran

Pendidikan      

25 Feb 2026 | 64


Ma’soem University secara resmi membuka peluang pendidikan tinggi pada tahun 2026 melalui skema bantuan biaya penuh bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami teknologi digital dengan ...

Berbagai Alasan Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN)

Berbagai Alasan Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN)

Politik      

23 Mei 2022 | 1239


Guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Susi Dwi Harijanti SH LLM PhD membeberkan berbagai alasan pemindahan ibu kota negara (IKN) di berbagai negara di belahan dunia. Ada yang ...

Pakai Jasa View Untuk Meningkatkan Brand Anda Semakin Populer

Jasa View Terbaik untuk Bantu Bisnis Anda Tampil di Pencarian

Tips      

15 Apr 2025 | 269


Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, bisnis perlu menemukan cara yang efektif untuk menonjol di antara banyaknya pesaing. Salah satu strategi yang bisa diandalkan adalah menggunakan ...

pesantren al-masoem

Pendidikan Karakter dan Pengembangan Diri di Pesantren Modern Al Masoem di Bandung

Pendidikan      

11 Jul 2024 | 669


Pendidikan karakter dan pengembangan diri merupakan bagian penting dari proses pendidikan di SMA Islam atau SMA boarding di Bandung. Salah satu lembaga pendidikan yang memberikan perhatian ...

Cara Mudah Tryout CPNS Online: Pilihan Platform Terbaik

Cara Mudah Tryout CPNS Online: Pilihan Platform Terbaik

Pendidikan      

29 Apr 2025 | 259


Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan salah satu momen yang dinanti-nanti oleh banyak lulusan di Indonesia. Aktivitas ini tidak hanya memerlukan persiapan administrasi, ...