RajaKomen
Menangkan Kotak Kosong Untuk Memutus Politik Dinasti

Menangkan Kotak Kosong Untuk Memutus Politik Dinasti

20 Jul 2020
1667x
Ditulis oleh : Writer

Terinspirasi dari Pilkada Makasar yang dulu pernah ada kotak kosong melawan calon tunggal, dan keputusannya ternyata memenangkan kotak kosong.  Sang calon tunggal pun hanya bisa gigit jari, padahal pada waktu itu si calon tunggal merupakan kerabat dari bapak Yusuf Kalla dan di dukung oleh semua partai.

Ternyata walaupun mereka calon tunggal apalah daya mereka kalah melawan kotak kosong, bagaimana bisa si kotak kosong yang menang?

Rupanya si calon tunggal ini mendapatkan perlawanan dari sebagian besar warga Makasar, mereka mengajarkan pada si calon tunggal yang sok berkuasa bahwa rakyat tak bisa di dikte oleh telunjuk kekuasaan. Karena masyrakat berpikir dengan adanya calon tunggal ini hanya merupakan ambisi partai politik bukan aspirasi dari rakyat.

Sebelumnya memang para aktivis disana sudah lantang menyerukan untuk lebih memilih kotak kosong, dari mulut ke mulut warga membisikan bahkan meneriakan “menangkan kotak kosong”. Militansi perlawanan luar biasa, hingga mampu menumbangkan dominasi parpol dan keangkuhan penguasa.

Lalu bagaimanakah dengan Solo?

Bisa dan tetap mungkin ceritanya sama seperti di Makasar. Kotak kosong punya peluang untuk membuat malu Gibran, walaupun masih banyak suara pesimistik. Banyak yang bilang di Solo bukan seperti Makasar, disana basis PDIP, Oligarki sudah menguat dan juga faktor kPU yang cenderung memihak pada putra Presiden ini.

Pesimisme yang sengaja di tonjolkan agar warga solo tidak melakukan perlawanan, walaupun banyak yang tidak suka dengan calon tunggal ini. Sampai-sampai ada anjuran langsung dilantik saja, karena pilkada hanya buang-buang duit saja.

Tidak akan seru tentunya jika warga solo yang tidak setuju hanya menerima calon tunggal begitu saja, ternyata pada saat yang bersamaan juga banyak yang terinspirasi dari Pilkada Makasar dan mulai berbisik-bisik untuk melawan oligarki kekuasaan tumbangkan Gibran.

Mungkin perlawanan warga Solo tidak semilitan warga Makasar, perlawanan tak nampak dan diumbar. Namun alon-alon asal kelakon warga Solo mulai gencar melakukan perlawanan.

Padahal sebelum Gibran ada calon lain yang lebih mumpuni dibanding anak Presiden ini yaitu Ahmad Purnomo, mungkin bila dibandingkan calon sebelumnya sudah mendapat simpati warga solo sebesar 40 persen namun Gibran mungkin kurang dari 20 persen saja. Tapi PDIP malah lebih memilih Gibran untuk maju, hal ini tentu saja membuat kecewa Ahmad Purnomo dan para pendukungnya.

Kejadian ini tentu akan menarik simpati rakyat yang kasihan melihat ketidakadilan terhadap Ahmad Purnomo dan akan lebih memilih kotak kosong untuk menjadi simbol simpati mereka. Juga jangan lupakan PKS, satu-satunya partai yang melawan arus menuju politik dinasti. PKS punya modal suara senilai 5 kursi, modal yang cukup untuk lebih memenangkan  kotak kosong.

Juga ada para perindu keadilan di Solo, mereka kerap menjadi tulang punggung demo-demo besar di Solo dan menyuarakan keadilan.

Kalau segenap kekuatan tersebut digabungkan, maka Solo akan menjadi kota kedua setelah Makasar yang memenangkan kotak kosong.

 

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Mengupas Tuntas Contoh Penjualan Produk Handmade di Era E-commerce

Mengupas Tuntas Contoh Penjualan Produk Handmade di Era E-commerce

Bisnis      

27 Apr 2025 | 182


Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan produk handmade telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama di era e-commerce yang terus berkembang. Banyak pengrajin dan entrepreneur ...

Sosial Media

Optimalkan Kampanye Digital dengan Analisis Sosial Media

Bisnis      

14 Maret 2025 | 198


Dalam era digital saat ini, perusahaan dan brand berlomba-lomba untuk menciptakan kehadiran yang kuat di platform media sosial. Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kehadiran ...

SNBT

Latihan Soal SNBT Makin Adaptif dan Menantang di Tryout Ini!

Pendidikan      

19 Apr 2025 | 166


Dalam menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), persiapan yang matang adalah kunci untuk meraih hasil optimal. Salah satu cara yang efektif untuk mempersiapkan diri adalah dengan ...

perjuangan jenderal

Jenderal Dudung Perjuangkan Rumah KPR untuk Prajurit

Politik      

14 Agu 2025 | 377


Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman lahir pada 19 November 1965 di Bandung, dan lulus dari Akademi Militer pada 1988. Jenderal Dudung meniti kariernya di kesatuan infanteri, kemudian ...

pesantren modern di bandung

Menjadi Terang Bagi Sekitar: Misi Sosial Al Ma’soem di Tengah Masyarakat

Pendidikan      

2 Jul 2025 | 172


Pesantren modern di Bandung, Pesantren Al Ma’soem, telah membangun reputasi yang solid sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengajaran agama, tetapi juga berperan ...

Alasan Harus Gabung dengan Rajakomen.com

Alasan Harus Gabung dengan Rajakomen.com

Nasional      

26 Jul 2021 | 1540


Google Bisnisku adalah fitur gratis yang bisa kita manfaatkan untuk menawarkan peluang fantastis bagi perusahaan agar bisa muncul di Google Maps dan hasil penelusuran lokal. Membuat halaman ...