hijab
Menangkan Kotak Kosong Untuk Memutus Politik Dinasti

Menangkan Kotak Kosong Untuk Memutus Politik Dinasti

20 Jul 2020
192x
Ditulis oleh : Writer

Terinspirasi dari Pilkada Makasar yang dulu pernah ada kotak kosong melawan calon tunggal, dan keputusannya ternyata memenangkan kotak kosong.  Sang calon tunggal pun hanya bisa gigit jari, padahal pada waktu itu si calon tunggal merupakan kerabat dari bapak Yusuf Kalla dan di dukung oleh semua partai.

Ternyata walaupun mereka calon tunggal apalah daya mereka kalah melawan kotak kosong, bagaimana bisa si kotak kosong yang menang?

Rupanya si calon tunggal ini mendapatkan perlawanan dari sebagian besar warga Makasar, mereka mengajarkan pada si calon tunggal yang sok berkuasa bahwa rakyat tak bisa di dikte oleh telunjuk kekuasaan. Karena masyrakat berpikir dengan adanya calon tunggal ini hanya merupakan ambisi partai politik bukan aspirasi dari rakyat.

Sebelumnya memang para aktivis disana sudah lantang menyerukan untuk lebih memilih kotak kosong, dari mulut ke mulut warga membisikan bahkan meneriakan “menangkan kotak kosong”. Militansi perlawanan luar biasa, hingga mampu menumbangkan dominasi parpol dan keangkuhan penguasa.

Lalu bagaimanakah dengan Solo?

Bisa dan tetap mungkin ceritanya sama seperti di Makasar. Kotak kosong punya peluang untuk membuat malu Gibran, walaupun masih banyak suara pesimistik. Banyak yang bilang di Solo bukan seperti Makasar, disana basis PDIP, Oligarki sudah menguat dan juga faktor kPU yang cenderung memihak pada putra Presiden ini.

Pesimisme yang sengaja di tonjolkan agar warga solo tidak melakukan perlawanan, walaupun banyak yang tidak suka dengan calon tunggal ini. Sampai-sampai ada anjuran langsung dilantik saja, karena pilkada hanya buang-buang duit saja.

Tidak akan seru tentunya jika warga solo yang tidak setuju hanya menerima calon tunggal begitu saja, ternyata pada saat yang bersamaan juga banyak yang terinspirasi dari Pilkada Makasar dan mulai berbisik-bisik untuk melawan oligarki kekuasaan tumbangkan Gibran.

Mungkin perlawanan warga Solo tidak semilitan warga Makasar, perlawanan tak nampak dan diumbar. Namun alon-alon asal kelakon warga Solo mulai gencar melakukan perlawanan.

Padahal sebelum Gibran ada calon lain yang lebih mumpuni dibanding anak Presiden ini yaitu Ahmad Purnomo, mungkin bila dibandingkan calon sebelumnya sudah mendapat simpati warga solo sebesar 40 persen namun Gibran mungkin kurang dari 20 persen saja. Tapi PDIP malah lebih memilih Gibran untuk maju, hal ini tentu saja membuat kecewa Ahmad Purnomo dan para pendukungnya.

Kejadian ini tentu akan menarik simpati rakyat yang kasihan melihat ketidakadilan terhadap Ahmad Purnomo dan akan lebih memilih kotak kosong untuk menjadi simbol simpati mereka. Juga jangan lupakan PKS, satu-satunya partai yang melawan arus menuju politik dinasti. PKS punya modal suara senilai 5 kursi, modal yang cukup untuk lebih memenangkan  kotak kosong.

Juga ada para perindu keadilan di Solo, mereka kerap menjadi tulang punggung demo-demo besar di Solo dan menyuarakan keadilan.

Kalau segenap kekuatan tersebut digabungkan, maka Solo akan menjadi kota kedua setelah Makasar yang memenangkan kotak kosong.

 

 

Baca Juga:
Musibah SMPN 1 Turi

Musibah SMPN 1 Turi

Nasional      

22 Feb 2020 | 354


Hari Jum'at, 21 Februari 2020 telah terjadi musibah yang menimpa 249 siswa SMPN 1 Turi. Sekelompok pelajar SMPN 1 Turi hanyut di Sungai pada saat sedang melakukan kegiatan susur sungai. ...

Bali, Salah Satu Keajaiban Alam di Dunia

Bali, Salah Satu Keajaiban Alam di Dunia

Pariwisata      

2 Jan 2020 | 420


Rekreasi merupakan salah satu kegiatan yang digemari oleh berbagai kalangan di masyarakat. Salah satu tempat yang paling banyak disenangi adalah Bali. Suatu pulau yang indah di Indonesia ...

RUU Ketahanan Keluarga Ditolak Nasdem dan PPP

RUU Ketahanan Keluarga Ditolak Nasdem dan PPP

Politik      

21 Feb 2020 | 295


Adanya RUU Ketahanan Keluarga menuai kontroversi di kalangan politikus khususnya politikus perempuan. Lestari Mordijat selaku Wakil Ketua MPR Fraksi Nasdem mengungkapkan ketidaksetujuannya ...

Seputar Teknologi di Era Digital

Seputar Teknologi di Era Digital

Gadget      

20 Nov 2020 | 113


Berbicara tentang teknologi tentunya tidak akan ada habisnya, karena manusia diberi kelebihan dibanding dengan mahluk lain yaitu fikiran, sehingga manusia setiap saat selalu berfikir dan ...

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Gadget      

1 Okt 2020 | 77


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Ketahui 2 Cara Menyimpan Video dari Facebook Messenger

Ketahui 2 Cara Menyimpan Video dari Facebook Messenger

Gadget      

19 Mei 2020 | 293


Jika Anda mencari cara menyimpan video dari Facebook Messenger, terlebih dahulu Anda harus mengetahui bahwa cara ini akan berbeda jika dilakukan di smartphone dan do pc atau laptop. Mengapa ...