Tryout.id
Social Listening

Menyusun Narasi Iklan yang Menyentuh dengan Bantuan Social Listening

19 Maret 2025
189x
 | Ditulis oleh : Admin

Di era digital saat ini, kemampuan untuk berkomunikasi dengan audiens secara efektif menjadi semakin penting bagi merek. Memahami kebutuhan dan keinginan konsumen sering kali menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah peran social listening menjadi krusial. Dengan menerapkan social listening, sebuah merek dapat menciptakan kampanye iklan yang tidak hanya dapat menangkap perhatian, tetapi juga mampu membangun koneksi emosional yang mendalam dengan audiens. 

Dampak kampanye iklan dengan social listening sangat signifikan. Melalui alat ini, merek dapat memantau percakapan online dan tren yang sedang berkembang terkait produk atau layanan mereka. Ini tidak hanya membantu dalam memahami persepsi publik, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang emosi dan opini yang mendasari pengalaman konsumen. Dengan informasi ini, pemasar dapat menyusun narasi iklan yang lebih resonan dan relevan dengan audiens target mereka.

Misalnya, jika sebuah merek kecantikan menemukan bahwa banyak pelanggan mereka membahas kecemasan terhadap standar kecantikan yang tidak realistis di media sosial, mereka dapat merespons dengan menyiapkan kampanye iklan yang mengangkat tema keberagaman dan penerimaan diri. Iklan semacam ini, yang langsung terinspirasi oleh percakapan nyata dari konsumen, akan sangat mungkin untuk menyentuh hati audiens. Dengan demikian, kampanye tersebut tidak hanya menjual produk tetapi juga menjual sebuah nilai dan prinsip yang diharapkan banyak orang.

Iklan dengan social listening juga bisa membantu dalam mengidentifikasi nada dan bahasa yang paling efektif untuk digunakan. Apa yang mungkin terdengar menarik bagi satu kelompok demografis belum tentu menarik bagi kelompok lain. Dengan menggunakan data dari social listening, merek dapat menyempurnakan kata-kata dan estetika visual yang digunakan dalam iklan mereka, memastikan bahwa pesan mereka disampaikan dengan cara yang paling tepat sasaran.

Lebih lanjut lagi, dampak kampanye iklan dengan social listening tidak hanya terlihat pada saat peluncuran kampanye. Hingga setelah iklan ditayangkan, merek dapat terus memantau bagaimana respon audiens terhadap iklan tersebut. Feedback dari konsumen seperti komentar, likes, dan shares menjadi indikator penting yang dapat digunakan untuk melakukan penyesuaian cepat, jika diperlukan. Misalnya, jika sebuah iklan tidak mendapatkan interaksi yang diharapkan, merek dapat menganalisis apa yang mungkin menjadi penyebabnya—apakah itu ketiadaan elemen emosional, penggunaan bahasa yang kurang tepat, atau bahkan komponen visual yang tidak menarik.

Satu contoh sukses dapat ditemukan dalam industri makanan dan minuman. Sebuah merek sering kali menggunakan social listening untuk memahami tren saat itu, seperti meningkatnya kesadaran akan kesehatan. Dengan informasi tersebut, mereka bisa menyusun narasi iklan yang tidak hanya menjual produk mereka, tetapi juga mengedukasi konsumen tentang manfaat kesehatannya. Misalnya, iklan dapat menyampaikan informasi tentang bagaimana produk mereka terbuat dari bahan-bahan alami, yang selaras dengan minat dan keinginan konsumen yang semakin peduli dengan kesehatan.

Namun, penting untuk diingat bahwa social listening tidak hanya membangun narasi iklan yang menyentuh, tetapi juga bisa mengungkap area perhatian yang mungkin terlewat oleh tim pemasaran. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi merek untuk memperbaiki kesalahan atau menanggapi kekhawatiran konsumen dengan cepat, memperkuat kepuasan pelanggan.

Sementara kampanye iklan terus beradaptasi dengan kebutuhan dan keinginan pasar yang terus berubah, penerapan social listening dalam proses pembuatan narasi menjadi semakin tak terelakkan. Dengan wawasan yang diperoleh dari social listening, merek tidak hanya beriklan; mereka berinteraksi dengan audiens mereka, menciptakan hubungan yang lebih kuat dan lebih bermakna. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan iklan yang bukan hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.

Berita Terkait
Baca Juga:
Hasil Seleksi CASN: Langkah Selanjutnya Setelah Mendapatkan Hasil Seleksi

Hasil Seleksi CASN: Langkah Selanjutnya Setelah Mendapatkan Hasil Seleksi

Pendidikan      

26 Apr 2025 | 317


Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya hasil seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) telah diumumkan. Bagi para peserta, pengumuman Hasil Seleksi CASN adalah momen ...

Israel dalam Ancaman Gempa Bumi Besar

Israel dalam Ancaman Gempa Bumi Besar

Nasional      

24 Jan 2022 | 1439


Diperkirakan sekitar 10.000 orang di kota utara Beit She’an akan terbunuh jika terjadi gempa bumi besar di Israel, menurut penilaian pemerintah yang diungkapkan walikota kota wilayah ...

Cara Cepat Monetize Dengan Cara Beli Subscriber Youtube

Subscriber Channel Mandek? Ini Cara Ampuh Menaikkannya

Bisnis      

8 Apr 2025 | 147


Memiliki saluran YouTube dengan jumlah subscriber yang stagnan memang bisa membuat frustrasi. Meskipun Anda sudah berusaha keras dalam membuat konten yang menarik, hasil yang diinginkan ...

Begitu Banyak Nikmat Maka Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan?

Begitu Banyak Nikmat Maka Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan?

Tips      

14 Apr 2020 | 1864


Masih ingatkah saat kita masih kecil dahulu? Ya…masa kecil yang penuh dengan keceriaan penuh kebahagiaan walaupun hanya bisa bermain petak umpet. Alangkah ajaibnya masa kecil kita ...

Trading

Meningkatkan Keberhasilan Bisnis Melalui Promosi di Sosmed Investasi Trading Legal Bersama Rajakomen.com

Bisnis      

3 Jun 2025 | 168


Promosi di sosmed investasi trading legal saat ini menjadi salah satu strategi yang paling banyak digunakan para pebisnis untuk meningkatkan visibilitas dan menarik perhatian calon ...

Bukan Sekedar Naik, Penggemar Kereta Api Jadi Sukarelawan

Bukan Sekedar Naik, Penggemar Kereta Api Jadi Sukarelawan

Lifestyle      

13 Jun 2024 | 306


Para penggemar kereta api seringkali memiliki hasrat yang besar terhadap segala hal yang berkaitan dengan moda transportasi ini. Mulai dari mengumpulkan miniatur kereta api hingga rajin ...