rajabacklink
Inilah Penyebab Memanasnya Hubungan AS dan Iran

Inilah Penyebab Memanasnya Hubungan AS dan Iran

10 Jan 2020
2032x
 | Ditulis oleh : Admin

Tanggal 3 januari 2020, Qassem Suleimani selaku panglima pasukan Al Quds tewas terbunuh oleh serangan drone AS di Baghdad, Iran. Lantas apa sebenarnya penyebab munculnya serangan AS yang menewaskan salah satu orang penting di Iran ini? 

Berawal dari kondisi politik di Iraq. Pasca tewasnya Saddam Husein, kondisi politik di Iraq diharapkan dapat stabil, namun hal ini bertolak belakang dengan harapan. Masyarakat iraq terbagi kedalam 2 kelompok yaitu Kurdi dan Syiah. Dua kelompok ini memiliki kekuatan yang besar di Iraq dan masing - masing kelompok berada dibawah kontrol AS dan Iran pada saat itu. Kelompok Kurdi didukung oleh pemerintah AS untuk menggulingkan Saddam Husein sedangkan pasukan Al Quds Iran melalui Garda Revolusi melatih para milisi syiah iraq. 

Pasukan Al Quds memiliki tugas untuk menyebarkan revolusi Iran di luar Iran. Sedangkan pemerintah AS menjalankan misinya untuk menghancurkan Iraq mellaui kelompok Kurdi. Sebagai bentuk dukungan, Iran menyediakan wilayah perbatasannya sebagai tempat untuk basis pendaratan pesawat tempur AS. 

Dalam kondisi itu, hubungan Iran dan AS sangat dekat karena saling mendukung dalam menjalankan misinya untuk menghancurkan Iraq. Adapun tujuan mereka ingin menghancurkan Iraq adalah untuk membentuk pemerintahan baru yang dikelola oleh pemerintahan AS dan Iran. 

Setelah berjalan cukup lama, hubungan AS dan Iran mulai memburuk pada saat pengaruh Iran mendominasi masyarakat Iraq. Masyarakat banyak melakukan demonstrasi untuk menolak revolusi Iran, namun para milisi Iraq menghadapinya secara brutal. Pada saat itu, Iraq benar - benar terbelah antara pendukung AS dan pendukung Iran.

Sampai pada puncaknya, tanggal 27 Desember 2019 milisi dukungan Iran menyerang pangkalan militer Iraq di Kirkuk yang menewaskan 1 kontraktor AS serta melukai puluhan tentara AS dan Iraq. Setelah kejadian tersebut, AS melakukan serangan balasan yang menewaskan 25 milisi dan melukai 50 milisi. Karena kejadian itu, para milisi menyerang kedutaan AS di Baghdad. 

AS menuduh Iran melalui Garda Revolusi dan Kataib Hizbullah telah terlibat dalam pengepungan di kedutaan AS. Karena tuduhan tersebut, pada tanggal 3 Januari 2020. Militer AS atas perintah Donald Trump telah berhasil menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis (pemimpin Kataib Hizbullah) dan Qassem Suleimani (Panglima AL-Quds, Pasukan Khusus Garda Revolusi). Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh upaya AS untuk menjaga pemerintah AS dari pihak yang ingin mengusiknya. 

Baca Juga:
Media Sosial

Membangun Citra Brand Lewat Cerita: Strategi Storytelling di Media Sosial

Bisnis      

8 Mei 2025 | 307


Dalam era digital saat ini, strategi pemasaran di media sosial telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling efektif untuk membangun citra brand. Dengan semakin banyaknya pengguna ...

SEO White Hat vs Black Hat: Keuntungan dan Risiko Setiap Pendekatan dari RajaSEO.com

SEO White Hat vs Black Hat: Keuntungan dan Risiko Setiap Pendekatan dari RajaSEO.com

Bisnis      

25 Maret 2025 | 155


Dalam dunia pemasaran digital, istilah SEO White Hat dan SEO Black Hat sering muncul sebagai dua pendekatan berbeda dalam mengoptimasi website agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari. ...

Optimasi Profil Medsos untuk Agen Properti Profesional

Optimasi Profil Medsos untuk Agen Properti Profesional

Tips      

24 Mei 2025 | 140


Penggunaan media sosial (medsos) telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling efektif dalam dunia bisnis, terutama di sektor properti. Dengan miliaran pengguna aktif setiap ...

Buah ini bisa Menggantikan Kurma untuk Berbuka Puasa

Buah ini bisa Menggantikan Kurma untuk Berbuka Puasa

Kuliner      

24 Maret 2023 | 488


Berikut menu buka puasa ala Rasulullah SAW dengan resep dari dr. Zaidul Akbar. Kurma bisa menjadi menu buka puasa ala Rasulullah SAW yang dianjurkan bagi umat Islam. Selain ...

Sutiyoso: Prabowo Terlalu Emosian, Berbeda dengan Sikap Anies Baswedan yang Kalem

Sutiyoso: Prabowo Terlalu Emosian, Berbeda dengan Sikap Anies Baswedan yang Kalem

Nasional      

9 Feb 2024 | 386


Masih ingatkah bagaimana Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, telah mempublikasikan analisis terbaru melalui akun media sosial X? Fokus dari telaah ini adalah pada percakapan yang terjadi di ...

Belajar Bahasa Inggris Kapanpun: Meningkatkan Kosakata dengan Mudah

Belajar Bahasa Inggris Kapanpun: Meningkatkan Kosakata dengan Mudah

Pendidikan      

25 Maret 2025 | 153


Belajar Bahasa Inggris kapanpun telah menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di era globalisasi saat ini. Dengan perkembangan teknologi, banyak orang yang memanfaatkan bahasa Inggris untuk ...