MU
Inilah Penyebab Memanasnya Hubungan AS dan Iran

Inilah Penyebab Memanasnya Hubungan AS dan Iran

10 Jan 2020
528x
 | Ditulis oleh : Admin

Tanggal 3 januari 2020, Qassem Suleimani selaku panglima pasukan Al Quds tewas terbunuh oleh serangan drone AS di Baghdad, Iran. Lantas apa sebenarnya penyebab munculnya serangan AS yang menewaskan salah satu orang penting di Iran ini? 

Berawal dari kondisi politik di Iraq. Pasca tewasnya Saddam Husein, kondisi politik di Iraq diharapkan dapat stabil, namun hal ini bertolak belakang dengan harapan. Masyarakat iraq terbagi kedalam 2 kelompok yaitu Kurdi dan Syiah. Dua kelompok ini memiliki kekuatan yang besar di Iraq dan masing - masing kelompok berada dibawah kontrol AS dan Iran pada saat itu. Kelompok Kurdi didukung oleh pemerintah AS untuk menggulingkan Saddam Husein sedangkan pasukan Al Quds Iran melalui Garda Revolusi melatih para milisi syiah iraq. 

Pasukan Al Quds memiliki tugas untuk menyebarkan revolusi Iran di luar Iran. Sedangkan pemerintah AS menjalankan misinya untuk menghancurkan Iraq mellaui kelompok Kurdi. Sebagai bentuk dukungan, Iran menyediakan wilayah perbatasannya sebagai tempat untuk basis pendaratan pesawat tempur AS. 

Dalam kondisi itu, hubungan Iran dan AS sangat dekat karena saling mendukung dalam menjalankan misinya untuk menghancurkan Iraq. Adapun tujuan mereka ingin menghancurkan Iraq adalah untuk membentuk pemerintahan baru yang dikelola oleh pemerintahan AS dan Iran. 

Setelah berjalan cukup lama, hubungan AS dan Iran mulai memburuk pada saat pengaruh Iran mendominasi masyarakat Iraq. Masyarakat banyak melakukan demonstrasi untuk menolak revolusi Iran, namun para milisi Iraq menghadapinya secara brutal. Pada saat itu, Iraq benar - benar terbelah antara pendukung AS dan pendukung Iran.

Sampai pada puncaknya, tanggal 27 Desember 2019 milisi dukungan Iran menyerang pangkalan militer Iraq di Kirkuk yang menewaskan 1 kontraktor AS serta melukai puluhan tentara AS dan Iraq. Setelah kejadian tersebut, AS melakukan serangan balasan yang menewaskan 25 milisi dan melukai 50 milisi. Karena kejadian itu, para milisi menyerang kedutaan AS di Baghdad. 

AS menuduh Iran melalui Garda Revolusi dan Kataib Hizbullah telah terlibat dalam pengepungan di kedutaan AS. Karena tuduhan tersebut, pada tanggal 3 Januari 2020. Militer AS atas perintah Donald Trump telah berhasil menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis (pemimpin Kataib Hizbullah) dan Qassem Suleimani (Panglima AL-Quds, Pasukan Khusus Garda Revolusi). Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh upaya AS untuk menjaga pemerintah AS dari pihak yang ingin mengusiknya. 

Baca Juga:
Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Gadget      

1 Okt 2020 | 77


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

Herbal Alami Untuk Meredakan Migrain Yang Mengganggu

Herbal Alami Untuk Meredakan Migrain Yang Mengganggu

Obat Herbal      

1 Jun 2020 | 219


Kebanyakan orang yang mengalami migraine memilih untuk berobat. Tetapi banyak yang beralih keterapi alami seperti teknik relaksasi dan obat herbal. Bertahun-tahun sebelum diperkenalkannya ...

Menangkan Kotak Kosong Untuk Memutus Politik Dinasti

Menangkan Kotak Kosong Untuk Memutus Politik Dinasti

Politik      

20 Jul 2020 | 192


Terinspirasi dari Pilkada Makasar yang dulu pernah ada kotak kosong melawan calon tunggal, dan keputusannya ternyata memenangkan kotak kosong.  Sang calon tunggal pun hanya bisa gigit ...

Tempat Wisata Tema Pepohonan di Jakarta

Tempat Wisata Tema Pepohonan di Jakarta

Pariwisata      

30 Mei 2020 | 221


Jakarta merupakan salah satu kota tersibuk di Indonesia. Polusi yang tebal karena kendaraan yang tiap hari kian meningkat, pemerintah memberikan solusi berupa taman yang bisa dinikmati ...

Masih Jarang Diketahui Orang, Ini Dia 6 Manfaat Dari Susu Basi

Masih Jarang Diketahui Orang, Ini Dia 6 Manfaat Dari Susu Basi

Tips      

21 Agu 2020 | 291


Susu merupakan jenis minuman yang berasal dari hewan yang rentan rusak karena memliki hampir 1000-3000 bakteri di dalam per satu mili liternya. Karena itu pengolahan susu harus ditangani ...

Waspada! Gejala Abdominal Migrain Ini Tidak Bisa Diabaikan

Waspada! Gejala Abdominal Migrain Ini Tidak Bisa Diabaikan

Tips      

18 Mei 2020 | 252


Abdominal Migrain merupakan kondisi nyeri di bagian perut. Berbeda halnya dari migrain yang biasa dikenal sakit kepala sebelah. Rasa nyeri di perut ini terjadi akibat nyeri perut yang ...