
Drama RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) sepertinya masih akan berlanjut, meskipun keputusan dari pemerintah akhirnya menunda pembahasan RUU-HIP setelah banyak menuai polemik dan ketidaksetujuan dari berbagai pihak. Tapi PDIP dan partai pendukung RUU ini tidak akan berhenti sampai disini, karena memang status pembahasannya hanya di tunda.
Ada pelajaran besar dari drama RUU-HIP yang berhubungan dengan PDIP, yaitu Pancasila tidak akan aman selama PDIP masih menjadi partai penguasa di negeri ini. Atau sebelum bubarnya partai banteng ini akan selalu ada yang mengutak-atik dasar negara kita dan bahkan akan mereka ganti menjadi Trisila atau Ekasila.
Meskipun mereka akhirnya memasukkan Tpa MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang larangan komunis (PKI) dan menggugurkan pasal 7 tentang pemerasan Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila, tetap saja PDIP tidak bisa dipercaya sampai kapan pun sampai mereka benar-benar bubar atau tidak lagi menjadi partai yang berkuasa di negeri ini. Karena PDIP untuk saat ini dan kedepannya sudah tidak akan dipercaya lagi sebagai tempat untuk menitipkan Pancasila.
Dari kelima butir pancasila, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa (KYME) yang paling ingin merka ubah, bahkan para elit Partai Banteng sudah melecehkan dan ada gagasan untuk mengganti sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Berkebudayaan (KYB)”. Sudah bisa ditebak kemana arah mereka yaitu secara perlahan akan melenyapkan total dasar ketuhanan dalam kehidupan berbagai umat.
Yang paling tersakiti dengan RUU-HIP ini tentunya adalah umat Islam dan umat akan mencatat masalah ini, semua sudah terang benderang dilihat dari pemikiran mereka untuk memeras lima sila menjadi tiga atau dua, bahkan mungkin hanya menyisakan satu butir Pancasila saja. Dan tidak diragukan lagi PDIP sedang membidik sila ketuhanan seakan-akan mereka sudah gerah dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
Mereka para politisi PDIP berkilah bahwa inisiatif perubahan butir-butir Pancasila bukan dari partai merka yakni PDIP, mereka mengatakan seperti terfitnah soal pembahasan Pancasila dan soal peniadaan Tap MPRS larangan komunisme-PKI di deretan konsideran RUU. Tapi semua orang bisa menulusuri kronologi RUU “toxic” tersebut, siapa sebenarnya yang mengusulkan.
Entah dengan alasan ingin tetap berada di pemerintahan atau merasa takut dibuang, parpol-parpol lain yang ada di pemerintahan dengan teganya mendukung pembahasan RUU busuk ini. Hanya ada dua Partai yang menolaknya yakni PKS dan partai Demokrat. PKS menolak karena alasan yang sangat mendasar, sementara Demokrat menolak dengan alasan tidak baik membahas RUU disaat masa pandemi Covid-19.
Tryout Gratis POLTEKKES: Simulasi Online untuk Tes Masuk Semua Jurusan Kesehatan
12 Mei 2025 | 419
Dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, terutama untuk jurusan kesehatan, para calon mahasiswa perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin. Salah satu cara yang paling efektif untuk ...
Iklan Facebook Ads dengan WhatsApp Hubungkan Bisnis dengan Pelanggan
23 Maret 2025 | 215
Dalam era digital yang semakin maju, menghubungkan bisnis dengan pelanggan menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Salah satu cara yang efektif untuk mencapai tujuan ini adalah melalui ...
PAFI Kabupaten Belitung Timur Memperluas Akses Layanan Kesehatan yang Lebih Berkualitas
26 Agu 2024 | 559
Kabupaten Belitung Timur, terletak di provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merupakan destinasi wisata yang kaya dengan keindahan alamnya. Kabupaten ini dikenal dengan pantai-pantainya yang ...
Mengoptimalkan Website Anda dengan Strategi Pemasaran Konten yang Efektif
17 Mei 2025 | 207
Dalam era digital saat ini, strategi pemasaran konten website menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik suatu bisnis. Dengan meningkatnya persaingan di ...
Tips dan Trik Sukses Mengerjakan Tryout Online Bahasa Inggris
7 Maret 2025 | 267
Tryout Online Bahasa Inggris merupakan salah satu cara efektif untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian atau tes bahasa Inggris. Dengan semakin banyaknya institusi pendidikan yang ...
RajaKomen.com: Mengapa Ini Solusi Terbaik untuk Meningkatkan Engagement di Media Sosial?
25 Maret 2025 | 186
Dalam era digital saat ini, keberadaan media sosial telah menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran dan komunikasi. Banyak bisnis dan individu yang berusaha untuk menjangkau audiens ...