RF
Penilaian Janji Politik Prabowo: Berdayakan KPK di Tengah Kekhawatiran Nepotisme

Penilaian Janji Politik Prabowo: Berdayakan KPK di Tengah Kekhawatiran Nepotisme

16 Feb 2024
394x
Ditulis oleh : Writer

Isu penindakan tindak pidana korupsi menjadi salah satu topik yang dibahas dalam debat calon presiden yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Selasa, 12 Desember 2023. Penyelesaian Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, dan peningkatan kapasitas lembaga pengawas menjadi beberapa program yang dijanjikan oleh ketiga calon presiden.

Prabowo Subianto, calon Presiden Nomor Urut 2, juga setuju bahwa KPK perlu diperkuat. Tidak hanya KPK, namun kepolisian, kejaksaan, dan lembaga pengawas lainnya, seperti BPK, BPKP, dan inspektorat di seluruh instansi pemerintah, juga perlu diperkuat untuk mencegah korupsi.

Perlu kita mengingat kembali, bagaimana sampai Firli Bahuri ditangkap saat masih menjadi Ketua KPK. Pada November 2023, Dewas KPK telah memeriksa sekira 30 orang saksi dalam perkara pelanggaran etik dugaan pemerasan hingga pertemuan Firli Bahuri dengan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

KPK telah menangkap tersangka kasus korupsi Kementerian Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada bulan Oktober 2023. Sebagaimana yang telah diketahui, mantan mentan ini telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan dengan memaksa pemberian imbalan untuk proses lelang jabatan, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementan, yang juga melibatkan penerimaan gratifikasi. Dalam penanganan kasus SYL inilah, Firli melakukan permainan.

Meskipun FIRLI Bahuri sudah ditetapkan sebagai tersangka namun pada kenyataannya sampai saat ini dia belum ditahan oleh kepolisian. Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari berkomentar bahwa hal ini terjadi karena kejahatan korupsi bukan sebagai kejahatan perorangan melainkan melibatkan banyak pihak (dilansir dari mediaindonesia.com 03/02/24).

Sementara itu medcom.id pada 08/02 melansir berita yang mengungkapkan bahwa  Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak agar Bareskrim Polri segera melakukan supervisi kelengkapan berkas perkara kasus pemerasan yang diduga dilakukan oleh Firli Bahuri. Supervisi ini dianggap perlu dilaksanakan untuk menghindari konflik kepentingan. Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti ICW – Kurnia Ramadhana dalam menyikapi berkas perkara Firli. Dokumen tersebut kembali dinyatakan tidak lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. "Sebab, ada potensi konflik kepentingan jika melihat relasi antara Kapolda Metro Jaya, Karyoto, dengan Firli sendiri," kata Kurnia melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Kamis, 08/02/2024.

Masih dikutip dari medcom.id disebut bahwa Kurnia mengatakan Irjen Karyoto sebelumnya merupakan bawahan Firli saat menduduki jabatan sebagai Deputi Penindakan KPK. Di luar itu, secara kepangkatan di kepolisian, Karyoto pun masih berada di bawah Firli.  

Novel Baswedan, mantan Ketua KPK dalam beberapa kesempatan, termasuk wawancara dengan Metro TV menyampaikan bahwa Firli Bahuri sejak masih menjabat sebagai Deputi Penindakan sudah  bermasalah dan arogan. Dalam kesempatan lain, Novel mengatakan bahwa Firli juga disinyalir memiliki harta yang sangat banyak yang tidak dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Kurang lebih ada 10 video yang memuat pembahasan terkait Firli Bahuri di podcast Novel Baswedan di kanal YouTube @NovelBaswedanOfficial. Sejarah yang mengisahkan bagaimana upaya melemahkan KPK juga bisa disimak di sini. Tentunya bisa ditebak dengan mudah bukan, pada masa pemerintahan siapa KPK yang dulunya sakti dilemahkan? Ya, pada masa pemerintahan Presiden Jokowi!

UU KPK yang baru memuat 26 poin yang melemahkan KPK. Di antaranya adalah: pelemahan independensi KPK karena diletakkan sebagai lembaga negara di rumpun eksekutif, bagian yang mengatur bahwa Pimpinan KPK adalah penanggung jawab tertinggi dihapus, pemangkasan kewenangan penyadapan, dan Operasi Tangkap Tangan menjadi lebih sulit dilakukan karena lebih rumitnya pengajuan penyadapan & aturan lain.

Lalu, jika misalnya tongkat estafet kepemimpinan negara ini berpindah kepada Prabowo-Gibran, akankah KPK dikembalikan marwahnya menjadi bersih seperti sedia kala mengingat ada Jokowi di belakang keduanya? Percayakah kepada janji kampanye Prabowo yang menyatakan akan memperkuat KPK selama masih ada Jokowi di belakangnya?

Berita Terkait
Baca Juga:
SEM & SEO, Mana yang Lebih Efektif dan Murah?

SEM & SEO, Mana yang Lebih Efektif dan Murah?

Tips      

23 Jul 2024 | 231


Pencarian Google telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari kita. Saat mencari informasi, produk, atau layanan, kita cenderung mengandalkan mesin pencari untuk memberikan hasil ...

Latihan Speaking TOEFL: Pola Jawaban Cepat yang Bikin Skor Melonjak

Latihan Speaking TOEFL: Pola Jawaban Cepat yang Bikin Skor Melonjak

Pendidikan      

20 Maret 2025 | 138


Dalam persiapan menghadapi ujian TOEFL, banyak calon peserta mengabaikan pentingnya Latihan Speaking TOEFL. Meskipun bagian ini sering kali dianggap paling menantang, dengan pendekatan ...

Kuliah Jurusan Agribisnis Bandung: Biaya Terjangkau, Praktik Lapangan, Lulusan Siap Berwirausaha

Kuliah Jurusan Agribisnis Bandung: Biaya Terjangkau, Praktik Lapangan, Lulusan Siap Berwirausaha

Tips      

3 Jan 2026 | 54


Bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi sambil membangun keterampilan wirausaha, jurusan agribisnis Bandung di Universitas Ma’soem menjadi pilihan tepat. Program ...

pesantren al-masoem

Pendidikan Karakter Berbasis Al-Quran di Pesantren Modern Al Masoem, Bandung

Pendidikan      

11 Jul 2024 | 587


Pesantren Modern Al Masoem di Bandung merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan karakter dan akhlak siswa. Dengan pendekatan pendidikan ...

Fase Pembelian Konsumen

Ini Trik Biar Konsumen Bukan Sekadar Nonton Aja Tapi Beli. Kamu Paham Fase ZMOT, FMOT, SMOT?

Tips      

30 Des 2025 | 63


Perjalanan pembelian konsumen modern bukan sekadar melihat produk lalu memutuskan membeli; ada fase-fase halus yang sering luput dari strategi pemasaran biasa, yakni fase pembelian konsumen ...

3 Meme Kocak Banjir Jakarta

3 Meme Kocak Banjir Jakarta

Nasional      

10 Jan 2020 | 3202


Memasuki tahun baru 2020, wilayah Jabodetabek mengalami banjir yang cukup parah. Sebagian besar wilayah di Jabodetabek terendam banjir. Hal ini membuat warga masyarakat Jabodetabek merasa ...