MU
Penyakit Yang Akan Menimpa Umat Islam di Akhir Zaman

Penyakit Yang Akan Menimpa Umat Islam di Akhir Zaman

17 Jul 2023
497x
 | Ditulis oleh : Admin

Dalam sebuah hadits, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa ada penyakit yang akan menimpa umat Islam di akhir zaman. Penyakit ini sangat berbahaya sehingga kita harus waspada. Dan kita semua kini hidup di akhir zaman, dimana banyak sekali manusia hidup di zaman ini yang hanya mengejar kemewahan dunia tanpa memikirkan bahwa kita akan mati dan semua yang dimiliki akan ditinggalkan.

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring. Kemudian seseorang bertanya, ‘Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?’ Rasulullah bersabda, “Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ‘Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, ‘Apa itu Al-Wahn ?’ Rasulullah berkata: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Penyakit Al-Wahn

Al-Wahn adalah penyakit cinta dunia (hubbud-dunya) dan takut mati (karohiyatul maut). Penyakit Al-Wahn merupakan sumber dari kemunduran umat Islam dan perusak sendi-sendi agama. Kita bisa saksikan hari ini betapa banyak umat Islam terkena penyakit ini.

Banyak yang tergila-gila dengan dunia. Sibuk mengejar harta, tahta, popularitas dan kemewahan. Ada yang berbangga-bangga dengan kendaraan mewah, rumah yang megah dan gaya hidup yang hedon. Kecintaan terhadap dunia begitu berlebihan sehingga lupa kehidupan Akhirat yang sifatnya kekal abadi.

Prilaku umat yang materialistik ini menyebabkan rusaknya agama yang berujung kepada kehinaan. Sejak 14 abad lebih lalu, Rasulullah SAW telah memprediksi penyakit ini akan menimpa umat Islam.

Defenisi Al-Wahn menurut Al-Munawwir kamus bahasa Arab-Indonesia yaitu melemahkan dan ُyang lemah. Secara Bahasa, Al-Wahn bermakna dha’if (lemah), baik secara materi atau maknawi, menimpa pribadi atau kolektif. Al-Wahn juga bisa diartikan Jubn (takut atau pengecut), namun ia masih bagian dari dha’if. Seperti Wahana al-Rajul, maksudnya ia takut berjumpa musuh. Secara istilah, Al-Wahn dalam Hadis Rasulullah SAW, yaitu cinta dunia dan takut mati.

Dalam “Al-Wahn dalam Perspektif Tasawuf” karya Nurjannah, UIN Alauddin Makassar menerangkan bahwa Al-Wahn adalah penyakit hati di era modern yang implementasinya ada dua yakni cinta dunia dan takut mati. Kecintaan dan ketertarikan yang berlebihan pada dunia membuat manusia lupa akan kematian bahkan takut pada mati. Penyakit ini bukan hanya dipengaruhi oleh perkembangan zaman, namun juga kurangnya kesadaran dalam hati sehingga mendorong manusianya pada keterpurukan atau kehancuran, atau lebih tetapnya kriris spiritual.

Dai yang juga Direktur Jamaica Muslim Center, Imam Shamsi Ali mengatakan, pesan yang disampaikan oleh Rasulullah di atas terasa nyata ketika kita membuka mata bahwa umat ini memang sedang dihinggapi penyakit Al-Wahn. Penyakit yang terindikasi oleh tendensi materialistik dengan mengabaikan nilai-nilai ukhrawi (spiritualitas).

Ketika Rasulullah SAW menjawab tentang apa itu Wahn sesungguhnya beliau tidak memberikan arti kata maupun defenisi dari kata itu. Justru yang beliau sampaikan adalah indikator atau penyebab terjadinya penyakit Wahan itu. Seolah beliau ingin menyampaikan bahwa terjadinya penyakit Wahan ini disebabkan oleh cinta dunia, takut kematian.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

Artinya: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS Az-Zariyat Ayat 56)

Dalam ayat lain, Allah mengingatkan manusia: “…Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Surah Al-Hadid Ayat 20)

Saatnya kita membuka mata dan membentengi diri dari penyakit Al-Wahn ini. Salah satunya dengan memperbanyak mengingat mati dan menyibukkan diri dengan ibadah dan amal saleh. Apalagi saat ini kita berada di akhir zaman yang penuh dengan fitnah. Semoga Allah memberi kita taufik-Nya.

Baca Juga:
Bagaimana Cara Mengasuh Anak agar Tak Terbiasa Berbohong?

Bagaimana Cara Mengasuh Anak agar Tak Terbiasa Berbohong?

Tips      

8 Jun 2020 | 1070


Cara mengasuh anak yang dilakukan oleh setiap orang tua pasti berbeda. Meskipun berbeda, namun mereka memiliki tujuan yang sama. Tujuan tersebut tentu adalah membuat anak menjadi pribadi ...

Basmi Habitat Rayap yang Merusak Rumah dengan Cara Berikut

Basmi Habitat Rayap yang Merusak Rumah dengan Cara Berikut

Tips      

6 Jul 2020 | 2194


Bicara soal hama yang sangat mengganggu salah satunya adalah rayap, iya rayap sama seperti hama pada umunya, kehadiran rayap sangat menggangu karena bisa merusak semua barang-barang yang ...

Tantangan dan Peluang: Mendorong Inovasi di Kalangan Mahasiswa Beasiswa

Tantangan dan Peluang: Mendorong Inovasi di Kalangan Mahasiswa Beasiswa

Pendidikan      

25 Apr 2024 | 68


Mahasiswa beasiswa seringkali memiliki potensi yang luar biasa untuk menciptakan inovasi yang dapat mengubah dunia. Namun, terkadang keterbatasan finansial menjadi hambatan dalam mewujudkan ...

Lowongan Pekerjaan Perum DAMRI Membuka Kesempatan bagi Lulusan SMA/SMK

Lowongan Pekerjaan Perum DAMRI Membuka Kesempatan bagi Lulusan SMA/SMK

Nasional      

27 Jun 2024 | 17


Perusahaan Umum (Perum) DAMRI kembali membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK untuk bergabung dalam rangka mengisi sejumlah posisi yang dibutuhkan. Perum DAMRI merupakan salah satu ...

Kaca Film Surabaya sebagai Solusi Tepat untuk Menjaga Kesejukan dan Keamanan

Kaca Film Surabaya sebagai Solusi Tepat untuk Menjaga Kesejukan dan Keamanan

Bisnis      

18 Mei 2023 | 677


Reza kaca film Surabaya sebagai solusi yang tepat bagi anda untuk mendapatkan mobil yang sejuk dan juga aman. Kini kaca film surabaya menyediakan produk terbaru yaitu Solar Gard Black ...

Berbagai Alasan Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN)

Berbagai Alasan Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN)

Politik      

23 Mei 2022 | 497


Guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Susi Dwi Harijanti SH LLM PhD membeberkan berbagai alasan pemindahan ibu kota negara (IKN) di berbagai negara di belahan dunia. Ada yang ...