rajabacklink
Bakal Dipecat dan Ponsel Diretas, Pegawai KPK Nonaktif: Kami Tidak Takut

Bakal Dipecat dan Ponsel Diretas, Pegawai KPK Nonaktif: Kami Tidak Takut

29 Sep 2021
1324x
 | Ditulis oleh : Admin

Salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Tri Artining Putri menegaskan, adanya peretasan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab terhadapnya, tak akan menghentikan perjuangannya bersama 56 rekan lainnya yang akan didepak dari lembaga antirasuah tersebut pada Kamis, 30 September 2021.

Puput, sapaan akrab Tri Artining Putri, sebelumnya diberitakan menjadi salah satu korban dugaan peretasan yang dilakukan oleh pihak tertentu yang tak bertanggung jawab.

“Kami terus lanjut (berjuang). (Peretasan) Tidak akan membuat kami takut,” kata Puput saat dihubungi Suara.com pada Selasa (28/9/2021).

Meski tidak mengetahui tujuan upaya peretasan tersebut, namun dia menduga hal tersebut untuk menunjukkan, jika 57 pegawai KPK nonaktif yang akan dipecat berada dalam pengawasan oleh pihak-pihak tertentu.

“Mungkin mau menunjukkan bahwa kami diawasi atau bisa diapa-apakan,” kata Puput.

Puput mengungkapkan, peretasan terhadap pegawai KPK bukan suatu hal baru. Dia mengemukakan, sebelumnya ketika masih aktif di lembaga antikorupsi, rekan-rekannya juga mengalami hal serupa.

Pun peristiwa tersebut terjadi kembali pada 2019 bersamaan saat mereka menggelar aksi menolak revisi Undang -undang (UU) KPK.

“Tahun 2019 itu malah ada video teror sama pengambil (alihan) akun Instagram segala,” ujarnya.

Sebelumya, Penyidik nonaktif KPK Ronald Paul Sinyal mengungkapkan, ada dugaan upaya peretasan yang menimpa rekannya sesama pegawai KPK yang akan dipecat.

“Diambil nomornya sama orang yang nggak dikenal,” ujar Ronald di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2021).

Dia mengatakan peretasan menimpa sekitar delapan pegawai nonaktif KPK yakni, Christie Afriani, A Damanik, Rieswin Rachwell, Harun Al Rasyid, Waldi Gagantika (WG), Qurotul Aini (QA), Tri Artining Putri, dan Nita Adi Pangestuti.

Ronald mengemukakan, peretasan dilakukan terhadap aplikasi WhatsApp dan Telegram para pegawai nonaktif.

Peristiwa itu terjadi saat mereka menggelar ‘Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi.’ Sekaligus bersamaan dengan selesainya, aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di dekat Gedung Merah Putih KPK.

“Peretasan terjadi dalam rentang waktu yang bersamaan saat mereka mengikuti agenda kantor darurat pemberantasan korupsi, atau sesaat setelah mahasiswa selesai melaksanakan aksi demonstrasi” jelas Ronald.

Terhitung, tinggal dua hari lagi 57 pegawai KPK yang tidak lolos TWK akan didepak pada 30 September 2021. Mereka disebut akan dipecat secara hormat dari lembaga antikorupsi.(dbs)

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
 Begini Cara Algoritma Media Sosial Menilai Like, Comment, dan Share

Begini Cara Algoritma Media Sosial Menilai Like, Comment, dan Share

Tips      

17 Apr 2025 | 212


Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Dengan miliaran pengguna yang aktif, platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok memanfaatkan algoritma ...

Review RajaBacklink.com: Bagaimana Pengaruhnya terhadap Hasil Strategi SEO Anda

Review RajaBacklink.com: Bagaimana Pengaruhnya terhadap Hasil Strategi SEO Anda

Bisnis      

24 Maret 2025 | 170


Dalam era digital saat ini, kehadiran online yang kuat sangat penting bagi setiap bisnis, baik besar maupun kecil. Salah satu faktor penentu untuk mencapai visibilitas yang baik di mesin ...

Cara Ampuh Meningkatkan Interaksi Media Sosial untuk Brand dan Konten

Cara Ampuh Meningkatkan Interaksi Media Sosial untuk Brand dan Konten

Tips      

23 Des 2025 | 29


Di era digital saat ini, interaksi media sosial menjadi salah satu indikator penting keberhasilan bagi brand, bisnis, maupun kreator konten. Memiliki banyak pengikut memang terlihat ...

Wapres Ma’ruf Amin Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Wapres Ma’ruf Amin Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional      

28 Apr 2021 | 1974


Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sedang fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Namun dalam ...

Kampanye Sosial Media Lebih Efektif! Ini Alasan Memilih Rajaframe.com sebagai Platform Andalan

Kampanye Sosial Media Lebih Efektif! Ini Alasan Memilih Rajaframe.com sebagai Platform Andalan

Bisnis      

26 Maret 2025 | 151


Di era digital saat ini, Kampanye Sosial Media Efektif menjadi salah satu strategi utama bagi perusahaan dan organisasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Namun, tidak semua platform ...

teknik_industri_s1_image

Bagaimana Prospek Lulusan Teknik Industri Jika Berkuliah di Bandung?

Pendidikan      

29 Nov 2025 | 44


Bagaimana prospek karier yang akan Anda raih sebagai lulusan Teknik Industri S1 jika mengambil kuliah di Bandung? Bandung, sebagai pusat industri manufaktur, jasa, dan inovasi, menawarkan ...