RF
Mengenal Penyakit Autoimun, Yang Menyebabkan Kelumpuhan Pada Seorang Guru Usai Vaksin Covid 19

Mengenal Penyakit Autoimun, Yang Menyebabkan Kelumpuhan Pada Seorang Guru Usai Vaksin Covid 19

2 Feb 2022
1450x
 | Ditulis oleh : Admin

Seorang guru di Sukabumi disebut mengalami kelumpuhan setelah menjalani vaksinasi Covid-19 kedua. Dia diagnosis mengalami penyakit autoimun.

Penyakit autoimun memang kerap tak disadari atau bahkan dianggap ‘penyakit biasa’ yang bisa sembuh sendiri. Apa sebenarnya autoimun?

Penyakit ini merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh (sistem imun) secara keliru justru menyerang tubuh Anda. Pada umumnya, sistem imun bertugas untuk melindungi tubuh dari beragam kuman seperti bakteri dan virus.

Dalam tubuh orang yang menderita penyakit ini, sistem imun berubah ‘haluan’ dengan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sistem imun akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel-sel sehat.

Orang dengan penyakit autoimun rentan terserang infeksi, termasuk di antaranya Covid-19. Dalam rekomendasi PAPDI, orang dengan penyakit autoimun bisa mendapatkan vaksin Covid-19 jika penyakitnya sudah dinyatakan stabil sesuai rekomendasi dokter yang merawat.

Di dunia kedokteran ada lebih dari 80 penyakitautoimun. Kendati demikian, berbagai penyakit autoimun tersebut memperlihatkan beberapa gejala awal yang cenderung sama. Mengutip Healthline, gejala awal pada penyakit autoimun akan sangat mirip antara satu dengan yang lainnya, seperti berikut.

– kelelahan
– otot pegal
– bengkak dan kemerahan
– demam ringan
– kesulitan berkonsentrasi
– mati rasa dan kesemutan di tangan serta kaki
– rambut rontok
– ruam kulit

Setelah gejala awal muncul, biasanya masing-masing penyakit autoimun akan mulai memperlihatkan gejala khasnya.

Mengutip berbagai sumber, berikut beberapa jenis autoimun yang paling umum.

1. Diabetes tipe-1
Pankreas menghasilkan hormon insulin yang membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Pada diabetes melitus-1, sistem kekebalan tubuh justru menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas.

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, jantung, ginjal, mata, dan saraf.

2. Rheumatoid arthritis
Pada rheumatoid arthritis, sistem kekebalan tubuh menyerang sendi. Serangan ini menimbulkan ruam, demam, nyeri, dan rasa kaku pada persendian.

3. Psoriasis atau radang sendi
Pada penderita psoriasis, sel imunitas menyerang kulit sendiri sehingga membuat kulit memproduksi sel lebih cepat dibandingkan kondisi normal. Akibatnya, munculruam kemerahan dan sisik di kulit yang menimbulkan rasa gatal.

Sel-sel kulit umumnya tumbuh dan luruh saat mereka tak lagi dibutuhkan. Psoriasis menyebabkan sel-sel kulit berkembang biak terlalu cepat. Sel-sel ini menumpuk dan membentuk bercak merah pada kulit.

Sebanyak 30 persen penderita psoriasis mengalami pembengkakan, rasa kaku, dan nyeri pada persendian.

4. Multiple sclerosis
Multiple sclerosis merusak selubung mielin. Nama terakhir merupakan lapisan pelindung yang mengelilingi sel di dalam sistem saraf pusat Anda.

Kerusakan ini menyebabkan gejala seperti mati rasa, lemak, masalah keseimbangan, dan kesulitan berjalan.

5. Systemic lupus erythematosus
Pada tahun 1800-an, para ahli mendefinisikan penyakit lupus sebagai penyakit kulit yang timbul dengan ruam. Namun, penyakit ini justru memengaruhi banyak organ tubuh termasuk persendian, ginjal, otak, dan jantung.

Nyeri sendi, kelelahan, dan ruam adalah gejala yang paling umum dari penyakit autoimun satu ini.

6. Sjogren’s syndrome
Penyakit autoimun ini bersifatnya kronis, bisa terjadi [dalam] jangka panjang, sistemik seperti lupus,” ujar Alvina Widhani, dokter dari Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, beberapa waktu lalu.

Penyakit ini menyebabkan mata menjadi sangat kering. Umumnya, orang dengan Sjogren’s syndrome akan merasa matanya perih seperti terbakar. Mata juga akan terasa gatal, utamanya setelah lama menatap layar komputer sehingga harus meneteskan obat tetes.

Tak hanya pada mata, ada juga penderita yang mengalami mulut kering, sulit menelan makanan tanpa air, perubahan pengecap, jamur di mulut, batuk kering, vagina kering, mudah lelah, nyeri sendi, hingga gangguan kognitif.

7. Myasthenia Gravis
Myasthenia gravis adalah kondisi kronis yang menyebabkan otot menjadi lemah. Ada beberapa gejala yang dirasakan, seperti otot-otot rahang yang melemah, sehingga lebih sulit untuk mengunyah makanan. Setelah rehat sejenak, otot-otot umumnya akan kembali kuat dan aktivitas mengunyah kembali normal.

Penyakit ini diderita oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Duterte yang kala itu sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Rusia, mengatakan kepada komunitas Filipina di sana bahwa ia menderita myasthenia gravis, penyakit autoimun kronis yang telah menyebabkan sejumlah masalah medis, seperti membuat salah satu kelopak matanya ‘turun’.

8. Penyakit radang usus
Penyakit radang usus adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan dinding usus.

9. Penyakit Celiac
Orang dengan penyakit celiac umumnya tak bisa mengonsumsi makanan yang mengandung gluten yang umumnya ditemukan dalam gandum dan produk biji-bijian lainnya.

Saat gluten ada di usus kecil, sistem kekebalan menyerang bagian saluran pencernaan dan menyebabkan peradangan.

Namun, penyakit satu ini kerap disalahartikan sebagai sensitivitas gluten yang tidak termasuk ke dalam kelompok autoimun. Sama seperti penyakit celiac, kondisi sensitivitas gluten juga menimbulkan gejala seperti diare dan sakit perut. (dbs).  (hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Mau Usia Panjang? Modalnya Rutin Makan Tempe Setiap Hari

Mau Usia Panjang? Modalnya Rutin Makan Tempe Setiap Hari

Tips      

10 Nov 2021 | 1479


Bagi masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan tempe. Olahan kedelai yang satu ini memang sudah populer sejak beberapa tahun lalu dengan harganya yang terjangkau dan ...

promosi herbal alami

Minuman Herbal dan Suplemen Kesehatan Lokal: Menggali Potensi Pemasaran Melalui SEO

Obat Herbal      

6 Jun 2025 | 111


Dalam beberapa tahun terakhir, minuman herbal dan suplemen kesehatan lokal semakin populer di kalangan masyarakat. Banyak orang mulai beralih dari obat-obatan kimia ke solusi yang lebih ...

Sosial Media

Optimalkan Kampanye Digital dengan Analisis Sosial Media

Bisnis      

14 Maret 2025 | 146


Dalam era digital saat ini, perusahaan dan brand berlomba-lomba untuk menciptakan kehadiran yang kuat di platform media sosial. Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kehadiran ...

Profil Dedi Mulyadi

Profil Dedi Mulyadi (Gerindra) Daerah Pemilihan Jawa Barat VII: Karier dan Visinya untuk Masyarakat

Politik      

11 Jun 2025 | 92


Profil Dedi Mulyadi (Gerindra) Daerah Pemilihan Jawa Barat VII menjadi salah satu sorotan penting di panggung politik Indonesia. Dalam konteks pemilihan umum yang semakin dekat, sosok Dedi ...

Mau Minum Kopi yang Sehat Saat Sahur? Ikutin Nih Cara Berikut

Mau Minum Kopi yang Sehat Saat Sahur? Ikutin Nih Cara Berikut

Kuliner      

21 Apr 2021 | 1392


Kopi telah menjadi minuman populer di dunia. Minum kopi dapat menghilangkan rasa kelelahan dan meningkatkan kewaspadaan. Hal ini membuat minum kopi di pagi hari memang sudah menjadi ...

Rahasia Kunci Kesuksesan Bisnis Online di Era Digital

Rahasia Kunci Kesuksesan Bisnis Online di Era Digital

Bisnis      

20 Nov 2024 | 353


Di era digital seperti sekarang ini SEO adalah salah satu elemen penting yang harus diperhatikan oleh setiap bisnis online. Search Engine Optimization (SEO) merupakan serangkaian strategi ...